Rabu, 05 Maret 2014
FAKTA-FAKTA ILMIYAH KEBENARAN AL-QURAN
Fakta ilmiah kebenaran Al-Qur'an
Fakta
Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan
oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia
dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat.
Mukjizat ini bukanlah
kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia,
melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan
para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia
beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid). Namun
mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan
karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah
mukjizat Nabi Muhammad saw?
Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad
saw, yang terbesar adalah Al Qur’an. Al Qur’an adalah kitab suci
penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Al Qur’an bukan hanya
petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga
seluruh umat manusia. Salah satu keajaiban Al Qur’an, adalah terpelihara
keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan
pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Al Qur’an sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” [QS Al-Hijr : 9]
Bukti
otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Al Qur’an yang terus lahir
ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah
berhenti. Kejaibannya, meski Al Qur’an diturunkan 14 abad lalu, namun
ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat
ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi
saat ini, banyak ayat-ayat Al Qur’an yang terbukti kebenarannya. Para
ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah
eksperimen penelitian ilmiah. Berikut beberapa fakta ilmiah Al Qur’an
yang dihimpun dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah
saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.
1. Fakta Tentang Besi
Besi
adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.
Dalam Al Qur’an surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah
menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat
bagi manusia. “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami
dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama
mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan
keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat
kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka
mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong
(agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya.
Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” [QS Al Hadiid : 25].
Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan
untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa”
menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.
Apabila
mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan
dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit.
Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.
Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Al Qur’an yang membahas dan menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan
Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia
ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung,
dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian
(baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah
menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” [QS An-Nahl : 81]
2. Fakta Penciptaan Berpasang-pasangan
Surat
Yaasin ayat 36 menjelaskan, Allah menciptakan segala sesuatu secara
berpasang-pasang. Dalam ayat lain, Allah juga berfirman, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” [QS Adz-Zaariyat : 49].
Menurut ayat ini, Allah menciptakan yang berpasangan tidak hanya
manusia, melainkan segala sesuatu yang tumbuh dari bumi dan berbagai
partikel yang tidak terlihat mata. Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul
Dirac, berhasil melakukan penelitian yang membuktikan bahwa materi
diciptakan secara berpasangan. Penemuannya dinamakan ‘Parite. Dia
memperoleh Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena penemuannya
itu.
3. Fakta Tentang Garis Edar Tata Surya
Matahari,
planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya
masing-masing. Al Qur’an surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat
38 menjelaskan mengenai fakta ilmiah itu dan terbukti kebenarannya.
Banyak ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang alam semesta dan
tata surya. Beberapa di antaranya seperti: “Dan Dialah yang telah
menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari
keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [QS Al Anbiya : 33]. “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” [QS Yaa Siin : 38]. “Dan
telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia
sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan
yang tua.” [QS Yaa Siin : 39]. “Tidaklah mungkin bagi
matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang.
Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [QS Yaa Siin : 40].
Pengamatan
astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut ahli
astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720
ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang
dinamakan Solar Apex. Selain matahari, semua planet dan satelit dalam
sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Semua
bintang yang ada di alam semesta juga berada dalam suatu gerakan serupa.
4. Fakta Tentang Penciptaan Manusia dalam 3 Tahap
Dalam Al Qur’an surat Az Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan. “Dia
menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya
isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan
dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian
demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah
Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang
berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” [QS Az Zumar : 6]
Perkembangan
ilmu Biologi modern telah berhasil mengungkap petunjuk dari ayat itu.
Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga kegelapan). Al
Qur’an menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan
manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap. Tahap-tahap
itu, pertama, tahap Pre-embrionik, zigot tumbuh membesar melalui
pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri
pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot, sel-sel penyusunnya
mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan. Kedua, tahap
Embrionik yang berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini
disebut “embrio”. Organ dan sistem tubuh bayi juga mulai terbentuk.
Ketiga, tahap fetus yang dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga lahir.
Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan
dan kakinya.
5. Fakta Tentang Jenis Kelamin Bayi
Hasil
penemuan ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang
bayi ditentukan oleh air mani dari pria. Dalam air mani pria terdapat
kromosom x yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi
sifat kelaki-lakian. Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung
kromosom x yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang
bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom x
atau y. Al Qur’an telah menjelaskan fakta itu dalam surat An Najm ayat
45-46, “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” Sebelum penemuan itu diperoleh, masyarakat menganggap bahwa penentu jenis kelamin berasal dari wanita.
6. Fakta Tentang Sidik Jari Manusia
Setiap
manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu
orang dengan lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19.
Sebelum penemuan itu, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa
yang tidak memiliki arti. Al Qur’an surat Al Qiyaamah ayat 3-4
menjelaskan tentang kekuasaan Allah untuk menyatukan kembali tulang
belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah juga mampu menyusun
kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna. “Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?” “Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.” [QS Al Qiyamah : 3-4].
7. Fakta Tentang Menyusui Bayi Selama 2 Tahun
Air
susu ibu atau ASI sangat bermanfaat bagi bayi. ASI adalah sumber
makanan terbaik bagi bayi dan mengandung zat yang dapat meningkatkan
kekebalan tubuh. Tidak ada susu buatan manusia yang mampu menandingi
kualitas ASI. Al Qur’an surat Luqman ayat 14 menganjurkan manusia untuk
berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan
lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Surat ini
menjelaskan bahwa waktu yang terbaik untuk memberikan ASI bagi seorang
bayi adalah 2 tahun karena memberikan banyak manfaat. “Dan Kami
perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya;
ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah,
dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua
orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” [QS Luqman : 14].
8. Fakta Tentang Relativitas Waktu
Albert
Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu.
Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan.
Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat dalam Al
Qur’an juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di
antaranya dalam Al Qur’an surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5
dan Al Qur’an surat Al Ma’aarij ayat 4.
“Dan
mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah
sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi
Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” [QS Al Hajj : 47]. “Dia
mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun
menurut perhitunganmu.” [QS As Sajdah : 5]. “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” [QS Al Ma’arij : 4].
Beberapa ayat Al Qur’an lainnya menjelaskan, manusia terkadang
merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan
begitu juga sebaliknya.
9. Fakta Tentang Gunung
Gunung
tidak hanya memperindah pemandangan. Dikaji dari ilmu geologi, gunung
berfungsi sebagai penyeimbang bumi dari goncangan. Gunung muncul karena
tumbukan lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika
dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip ke bawah
sedangkan lempengan yang lemah melipat ke atas membentuk dataran tinggi
dan gunung.
Al
Qur’an menjelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat di antaranya dalam
surat Al Anbiyaa ayat 21 dan surat An Naba’ ayat 6-7. Gunung
diibaratkan sebuah paku yang menjadikan lembaran kayu tetap saling
menyatu. “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh
supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan
(pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat
petunjuk.” [QS Al Anbiya : 31]. “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” [QS An Naba’ : 6-7].
10. Fakta Tentang Dasar Lautan yang Gelap
Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans
juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hamper tidak dijumpai cahaya,
sedangkan pada kedalaman 1000 meter tidak terdapat cahaya sama
sekali. Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah
penemuan teknologi canggih. Namun Al Qur’an telah menjelaskan keadaan
dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan.
Al Qur’an surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini. “Atau
seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak,
yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang
tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat
melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh
Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” [QS An Nuur : 40].













0 komentar:
Posting Komentar